Kekuatan Politik Dinasti Banten

Politik dinasti merupakan sebuah tantangan besar demi terwujudnya demokrasi yang bermartabat, ciri politik dinasti adalah terjadinya sebuah kekuasaan yang dipegang oleh satu kelompok tertentu. Dan oleh karenanya hal ini bisa dikatakan sebagai musuh demokrasi. Karena sebagaimana mestinya demokrasi adalah suatu kepemimpinan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Namun apa jadinya jika demokrasi yang berlangsung hanya di pegang kekuasaannya oleh satu kelompok tertentu? Tentu yang pasti hal ini akan dapat menutup kemungkinan pihak luar untuk aktif dalam kegiatan pemerintahan.

Kekuatan politik dinasti merupakan contoh nyata dalam penyelewengan nilai nilai demokrasi yang di anggap mencakup nilai nilai kebersamaan, dan di dalamnya terdapat sebuah kekuatan konheren yang menjadi segala macam proses dalam pembentukan kebijakan. Demokrasi merupakan sebuah kemodernan serta banyak di terapkan hampir seluruh penjuru dunia. Seiring berjalannya waktu penerapan demokrasi pun kian melenceng dari pengertian demokrasi yang sesungguhnya, saat ini kita sering mendengar yang namanya kekuatan politik praktis, politik dinasti, atau mungkin demokrasi terpusat dll. Itu merupakan tantangan terbesar kita di era serba bisa seperti sekarang ini.

Demokrasi merupakan produk liberal yang mana di dalamnya terdapat sebuah nilai nilai kesamaan diantaranya kesamaan nalar, kesamaan keuntungan alamiah, kekuasaan serta juridiksi, tidak ada perbedaan diantara umat manusia karena bahwasannya Tuhan telah menciptakan manusia dengan alangkah baiknya. Hak Asasi Manusia dijunjung tinggi dalam sebuah aspek didalamnya. Jika secara real kita mengaitkan antara demokrasi dengan politik maka kita akan memunculkan mindset sebuah kondisi perpolitikan yang dalam prosesnya ada aspek kebersamaan, semua orang mempengaruhi suatu kebijakan dan melahirkan sebuah kondisi yang kondusif. Namun nampaknya demokrasi yang dimpikan sulit untuk kita realisasikan, banyak sekali permasalahan yang menghinggapi kondisi peradaban saat ini.

Namun nampaknya seiring berjalannya demokrasi muncul sebuah polemik besar yang menghinggapi permasalahan daerah. Dan hingga pada akhirnya kita hanya bisa terpaku melihat sekelompok menguasai sebuah teritorrial hingga tidak ada sebuah kompetisi atraktif dalam perebutan kekuasaan. Kita sebagai mahasiswa seharusnya mampu menganalisa permasalahan serius ini dari berbagai perspektif agar secara efektif mampu memberikan solusi atas permasalahan ini.

Kekuatan politik dinasti amat terasa di Indonesia, lebih khususnya dengan kondisi perpolitikan di banten yang dikenal dengan dinasti TB. Chasan Sohib, bahkan bukan hanya di Indonesia, Politik dinasti juga dirasakan diberbagai Negara diantaranya di AS ada dinasti Bush, di Australia ada dinasti Downer, dan masih banyak lagi. Namun politik dinasti di negara tersebut diikuti kemampuan politik yang baik melalui karir dan pendidikan politik yang mumpuni. Sangat berbeda dengan apa yang terjadi di Indonesia. Dari berbagai kasus, politik dinasti di Indonesia memperlihatkan kecenderungan penyalahgunaan kekuasaan atau abuse of power yang pada akhirnya menciptakan terjadinya korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Politik dinasti ini biasanya menggunakan nama besar kerabat atau orang tua sebagai sarana mengkampanyekan diri, namun politik dinasti kita saat ini tidak memiliki nilai jual yang hanya politik “mengadu nasib” secara turun-temurun. Ini sangat ironis mengingat rakyat Indonesia sangat besar jumlahnya dan sangat mengharapkan kondisi perpolitikan yang stabil dan bebas dari segala penyimpangan politik.

Salah satu yang menyebabkan kondisi seperti ini terjadi adalah karena munculnya mata rantai antara keluarga, kerabat di antara para pemimpin di negeri ini. Maka solusi yang tepat salah satunya memutuskan mata rantai tersebut. Kekuatan politik dinasti seperti ini bukanlah hal yang baru di Indonesia, Beberapa pemimpin negeri ini baik di tingkat pemerintahan pusat maupun daerah berusaha melanggengkan kekuasaan dengan jalan menempatkan anak, istri dan keluarganya di dalam posisi penting pemerintahan. Hal ini tentunya tidaklah baik dan dapat mengganggu pelaksanaan demokrasi yang berdasar kepada kedaulatan rakyat, karena dengan melaksanakan praktik dinasti politik berarti mempertaruhkan demokrasi kepada orang-orang yang belum mempunyai kecakapan memimpin bukan kepada yang terbaik dari masyarakat.

“Dinasti politik akan semakin menguat. Anggota DPRD atau DPD akan diisi oleh oran-orang yang masih muda. Dan, kalau ditelusuri, mereka adalah anak atau kerabat dari pejabat seperti gubernur atau bupati/wali kota. Oligarki juga akan semakin kuat karena orang yang mempunyai akses kekuasaan itulah yang akan mempunyai kekuasaan,” demikian kata J Kristiadi, peneliti senior Center for Strategic and International Studies (CSIS)

One response to “Kekuatan Politik Dinasti Banten

  1. benar benar tragis, ada satu provinsi yang dikuasai oleh 1 keluarga, padahal provinsi ini masih terletak di Negara Indonesia. Kita sudah tahu koq, Pengembangan politik di Indonesia masih belum sempurna, demokrasi yang masih terus dibangun, ada banyak kelemahan, seperti: Politik Uang yang secara sembunyi-sembunyi diatas kemiskinan Rakyat. Ini pasti effektif siapa Rakyat miskin yang tidak butuh uang? Kalau perut lapar, Keluarga, Anak,istri lapar ? uang apapun jadi, tidak peduli ini merupakan Hak suara atau bukan. Kebalikannya Para Keluarga Kaya yang haus Kekuasaan dan haus Penghormatan dan Kebetulan juga sudah mengenyam pendidikan dan sudah jadi Anggota PARPOL dan kebetulan juga sudah memegang tampuk Kekuasaan melakukan aji mumpung, Suara Rakyat …apa susahnya dibeli….Uang khan gampang dicari kalau kita menjabat. Saya Kira DPR dan MPR atau KPU harus membuat Kebijakan mengenai ini, jangan sampai alih-alih menuju kearah Negara Demokrasi eh…malahan menjadikan dan membangun Raja-Raja baru disetiap daerah …dengan dibungkus demokrasi yang palsu, pilihan rakyat yang palsu. Saya sudah baca ternyata bukan hanya di Provinsi ini saja, tetapi banyak di Provinsi lainnya di Indonesia. Ayo search di google pasti ketemu. Jangan berlagak tidak tahu dan ..khan…sudah aturannya begitu…..Ini Negara harus dibangun kembali dengan benar sesuai 5 sila Pancasila. Ayo tegakkan kembali UUD 45 dan Pancasila di Bumi Indonesia, jangan kembalikan Indonesia ke Jaman Dahulu Jaman Raja-Raja dan Belanda paling suka akan hal ini. Btw ..Bandara yang paling banyak menghasilkan uang bagi pendapatan daerahnya adalah Bandara International Soekarno Hatta yang terletak di Provinsi Banten, Mesin uang bagi Pejabat dan Penguasa Banten sudah ada…dikasih Gratis lagi dari Pemerintah…Ada Uang…apapun bisa….cing..cay ..lah….Bahaya..Tragis-tragis…seperti Kanker Stadium Akhir buat Negara Republik Indonesia. Help..Help, KPK, BPK, Auditor, Kejaksaan dan Kepolisian dijamin pasti ada kerjaan besar didaerah ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s